June 30, 2020

Dokter Persib Bandung Kurang Sreg Dengan ‘Rapid Test’

Liga 1 2020 akan kembali dilaksanakan pada Oktober mendatang, sesuai surat edaran dari PSSI, akhir pekan lalu. Tentunya, kompetisi teratas sepakbola Indonesia ini akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hingga kini, regulasi masih coba disempurnakan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal menggelar kompetisi di tengah pandemi virus corona. Namun salah satu hal yang wajib dan sudah mulai diedarkan adalah buku panduan kesehatan dari PSSI.

Salah satu poin dari buku tersebut adalah rutin melakukan rapid test kepada semua awak tim untuk mengetahui apakah ada indikasi terpapar virus corona. Namun, hal itu dirasa kurang sreg bagi dokter Persib, Rafi Ghani.

“Saya sudah melihat sepintas protokol kesehatan untuk dimulainya Liga 1. Di sana ada salah satu poin yang saya tidak setuju karena pemeriksaan dengan rapid test. Jadi artinya setiap orang yang boleh masuk lapangan sudah lolos pemeriksaan rapid test yang non reaktif,” ucap Rafi, dikutip Simamaung.

“Mengapa saya tidak setuju, karena ada salah seorang atlet saya yang pada Bulan Maret terpapar Covid-19 dengan pemeriksaan PCR [Polymerase Chain Reaction], setelah melakukan isolasi mandiri sembuh dengan sendirinya,” sambungnya.

Rapid test memang hasilnya didapat melalui sampel darah, dan otomatis orang yang sudah pernah terpapar corona bakal memiliki virus tersebut yang sudah menjadi antibodi. Maka, jika diperiksa dengan rapid test, hasilnya bakal reaktif.

Hal ini berhubungan dengan sriker asing asal Brasil, Wander Luiz, yang sudah pernah terkena virus corona pada Maret, dan kini sudah sembuh. Rafi khawatir, jika hasil rapid test Luiz yang reaktif malah bakal membuat rugi klubnya kemudian.

“Saya berpikir pada atlet saya ini sudah terbentuk antibodi, jadi kalau rapid test yang kita ketahui hanya untuk mengetahui antibodi di dalam badan seseorang artinya sudah bisa dipastikan itu akan reaktif atau positif pada saat pemeriksaan rapid test,” tandasnya.

Rafi pun mengusulkan, agar tes kesehatan yang dilakukan nanti adalah Swab PCR. Metode tes yang dilakukan dengan cara pengambilan sampel lendir yang ada di hidung atau tenggorokan, karena akurasinya lebih terjamin dengan kondisi seseorang terkini.